Tentang Aku

ketika kita ingin memilih nilai 100 atau 70? maka kebanyakan orang berebut memilih nilai 100. namun kalau di kasih tau susahnya perjuangan mencapai 100, maka orang akan memilih dan puas cukup 70. hanya sedikit yang memilih 100 dengan konsekuensinya perjuangan beserta kesungguhan azzam (tekad) yang sempurna.

Selasa, Desember 01, 2015

MANFAAT KAPASITOR DAN BAHAYANYA

Kapasitor: Bermanfaat sekaligus berbahaya


Pekik Argo Dahono
Dalam sistem tenaga listrik dikenal daya aktif dan daya reaktif. Daya aktif adalah daya yang harus dibangkitkan di sisi pembangkit dan disalurkan melalui saluran transmisi dan distribusi menuju konsumen, dan akhirnya dipakai untuk menjalankan peralatan industri dan komputer di banyak bangunan modern. Satuan dari daya aktif biasanya adalah watt (W), kilowatt (kW), atau tenaga kuda (HP). Sedangkan daya reaktif adalah suatu besaran yang menunjukkan adanya fluktuasi daya di saluran transmisi dan distribusi akibat digunakannya peralatan listrik yang bersifat induktif (misal : motor listrik, trafo, dan las listrik). Walaupun namanya adalah daya, daya reaktif ini tidak nyata dan tidak bisa dimanfaatkan. Akan tetapi adanya daya reaktif menyebabkan aliran daya aktif tidak bisa dilakukan secara efisien dan memerlukan peralatan listrik yang kapasitasnya lebih besar dari daya aktif yang diperlukan. Satuan dari daya reaktif adalah VAR (volt-ampere-reaktif). Untuk menunjukkan seberapa efisien daya aktif disalurkan, dalam teknik tenaga listrik dikenal suatu besaran yang disebut faktor-daya. Nilai maksimum faktor-daya adalah satu dan nilai minimumnya adalah nol. Semakin tinggi faktor-daya maka semakin efisien penyaluran dayanya. Artinya juga, semakin kecil faktor-daya maka semakin besar daya reaktifnya.
Bagi konsumen kecil atau rumah tangga, keberadaan daya reaktif tidak terlalu menjadi masalah karena PT. PLN tidak memperhitungkannya dalam penentuan tagihan listrik. Akan tetapi bagi konsumen besar, pabrik atau bangunan modern, PT. PLN mensyaratkan faktor-daya harus lebih dari 0,85. Jika nilai faktor-daya kurang dari nilai itu maka daya reaktif akan diukur dan diperhitungkan dalam penentuan besarnya tagihan. PT. PLN melakukan ini karena aliran daya reaktif yang besar menyebabkan peralatan milik PT. PLN tidak bisa bekerja secara efisien dan tidak bisa digunakan secara maksimum.
Untuk mengatasi masalah rendahnya faktor-daya atau tingginya daya reaktif, banyak industri atau bangunan modern memasang kapasitor. Kapasitor adalah peralatan listrik yang bisa menghasilkan daya reaktif yang diperlukan oleh konsumen sehingga aliran daya reaktif di saluran bisa berkurang. Dengan kata lain, kapasitor bermanfaat untuk menaikkan faktor-daya. Dengan memasang kapasitor, konsumen besar bisa terhindar dari tambahan tagihan listrik karena daya reaktif yang berlebih. Semakin mahalnya tarif listrik dan semakin tingginya keinginan untuk mengoperasikan peralatan secara efisien, menyebabkan penggunaan kapasitor semakin banyak dan meluas. Idealnya, kapasitor dipasang di dekat peralatan yang memerlukan daya reaktif sehingga tidak perlu terjadi adanya aliran daya reaktif melalui kabel, trafo, atau peralatan lainnya.
Sayangnya, semua teori tersebut hanya berjalan dengan baik jika gelombang tegangan dan arus listriknya mempunyai bentuk sinusoidal. Dengan semakin banyaknya banyaknya penggunaan inverter untuk menaikkan efisiensi peralatan industri, penggunaan ballast elektronik untuk meningkatkan efisiensi lampu, dan penggunaan penyearah untuk memasok komputer, data center, dan bermacam peralatan IT maka bentuk gelombang tegangan dan arus berubah menjadi nonsinusoidal. Seberapa jauh suatu gelombang menyimpang dari bentuk sinusoidal dinyatakan dengan besarnya kandungan harmonisa. Arus harmonisa adalah arus listrik yang frekuensinya kelipatan bulat dari frekuensi dasarnya (PT. PLN menggunakan frekuensi dasar 50 Hz). Artinya, arus harmonisa mempunyai frekuensi yang lebih tinggi dibanding frekuensi dasar 50 Hz. Arus harmonisa yang banyak muncul di bangunan modern mempunyai frekuensi 150, 250, dan 350 Hz. Di banyak bangunan modern, kandungan arus harmonisa yang mengalir di jaringan listrik bisa mencapai lebih dari 30%.
Berlawanan dengan trafo atau induktor, kapasitor mempunyai impedansi atau hambatan yang rendah pada frekuensi yang tinggi. Karena arus listrik cenderung mengalir melalui melalui lintasan yang hambatannya rendah maka arus harmonisa cenderung mengalir melalui kapasitor. Akibatnya, kapasitor bisa mengalami arus lebih karena adanya harmonisa. Jika hambatan kapasitor mempunyai nilai yang sama dengan hambatan jaringan sumber maka tercapailah suatu kondisi yang disebut resonansi. Pada kondisi resonansi, hambatan total sistem menjadi nol. Kondisi ini mirip dengan kondisi rangkaian pendek yang membahayakan kapasitor dan peralatan lainnya. Kondisi inilah yang sering menyebabkan rusaknya kapasitor dan peralatan lainnya. Karena kapasitor biasanya berisi minyak, kapasitor yang terbakar bisa memicu kebakaran yang lain. Kejadian inilah yang sering memicu banyak kebakaran di industri dan bangunan modern.
Untuk mengatasi masalah terbakarnya kapasitor karena adanya arus harmonisa, bermacam cara sederhana bisa dilakukan. Cara pertama yang umum ditawarkan oleh banyak pabrik pembuat kapasitor adalah dengan memasang induktor secara seri dengan kapasitor untuk mencegah mengalirnya arus harmonisa melalui kapasitor. Cara ini cukup efektif tetapi menyebabkan biaya pemasangan kapasitor menjadi mahal. Cara lain yang sering penulis lakukan untuk mengatasi masalah ini adalah menjauhkan pemasangan kapasitor dari posisi beban yang diperkirakan banyak menghasilkan harmonisa. Cara ini sering sekali bisa dilakukan tanpa banyak mengeluarkan biaya tambahan.
Secara umum, pemasangan kapasitor tidak mengkhawatirkan jika (i) kapasitas peralatan elektronik yang diperkirakan menghasilkan harmonisa tidak lebih dari 30% kapasitas sumber, dan (ii) besar kapasitor yang dipasang tidak lebih dari 50% kapasitas sumber. Jika penggunaan peralatan elektronik sangat banyak dan kapasitor yang akan dipasang besar maka suatu studi khusus tentang kemungkinan terjadinya resonansi harus dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran. Di banyak bangunan modern yang penggunaan peralatan elektroniknya sangat banyak, peluang terjadinya resonansi sangat tinggi sehingga studi semacam ini menjadi sangat sering diperlukan. Dengan melakukan studi ini diharapkan kebakaran yang menyebabkan kerugian ratusan milyar rupiah bisa dicegah.


SUMBER: https://konversi.wordpress.com/2009/11/18/kapasitor-bermanfaat-sekaligus-berbahaya/

Kamis, Oktober 23, 2014

KESEMPATAN SESEORANG…



Ditulis jam 9:38 WIB kamis, tanggal 23 oktober 2013, dikantor puslabfor bareskrim Polri

KESEMPATAN SESEORANG…




Tak ada katapun yang kuat dan penuh dengan makna dengannya yaitu “KESEMPATAN”. Orang mungkin berbondong-bondong di seluruh penjuru dunia akan menantikan kata-kata ini sehingga ia hanya mengharap ataupun berangan-angan kapan hari datangnya kata ini dalam hidupnya.

Kesempatan merupakan suatu kata dimana ia akan dapat menjadi peluang tatkala digunakan dengan baik dan benar agar menjadikan keberhasilan. Kata dimana yang dapat disandang oleh orang yang diberi oleh Alloh lantaran ia tinggal didunia, namun diakhirat tidak lagi dapat kesempatan karena didunia saja merupakan ajang mencari, mendapat kesempatan untuk melakukan suatu hal yang baik dan terbaik bagi hidupnya. 

Kesempatan itu dari Alloh dan lewat seseorang yang ia dapat menilai, memberi penilaian ataupun bahakan ia akan menguji seseorang diantara ribuan atau jutaan orang lain. Kalau kita kembali memotong kata kesempatan dengan penggalan kecil yang kita dapatkan ialah kata “Sempat” artinya kita dapat mengalokasikan waktu kita untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan ataupun kita diperintahkan. 

“Sempat” itu lebih mengarah pada jumlah waktu yang kita alokasikan. Ketika kita tidak mengalokasikan sejumlah waktu untuk itu maka yang kita akan dapatkan ialah kegagalan, karena kita tidak mengalokasikan waktu tersebut.

Sama halnya dengan “kesempatan” ia akan berhasil apabila kita mengalokasikan waktu tersebut untuk sebuah tujuan atau keberhasilan. Kesempatan adalah kita harus nilai dengan sebuah kebaikan yaitu seperti Alloh memberikan kesempatan kita untuk tinggal di dunia atau bahkan kita menikmati sehat, menikmati tempat tinggal, menikmati makanan, menikmati kebahagian didunia atau kenikmatan-kenikmatan lainnya.

Harus kita ingat dalam pikiran kita bahwa jiwa itu akan bangun dari ruang dimana kita mendapat celah/ “kesempatan” tanpa adanya kesempatan tersebut itu pun akan sia-sia. Jiwa menjadi teruji tatakala kita mendapat kesempatan, seperti halnya dengan mahasiswa…ia kan mendapat kenaikan grade/kelas tatkala ada sebuah “kesempatan’ ujian. Kesempatan ujian tersebut harus melekat dalam diri hingga ia akan menjadi siap dan kuat.

Kesempatan harus dibarengi dengan persiapan/kesiapan dalam diri, kesiapan diri harus ada dengan tempaan kesigapan, dan kesigapan diri harus ada dengan kekuatan dan kemampuan. Ia akan berbanding lurus dengan hasil tatkala kita memperhatikan hal-hal ini, Seyogyanya kita harus menangkap dan memperhatikan buah dari kesempatan itu yaitu menganggap bahwa kesiapan ialah suatu tangga naik yang akan menghantar kita ketempat kududukan yang tinggi yaitu dekat dengan Alloh swt dan bukan selain hal itu.

Menjadikan kedekatan itu sebuah tujuan, sedang “kesempatan” ialah proses dimana ia akan tumbuh besar, kuat dan mampu memikul beban dengan sebuah keihlasan dan penghambaan menuju jalannya.
Keep Fighting!!!! Karena Semangat adalah menular dan semangat merupakan jalan terbaik dalam kesungguhan untuk meraih Ridho-Nya….
Allahu Akbar….

Senin, Februari 24, 2014

DEAR ISTRIKU

Kutulis saat engkau sedang mengistirahatkan badanmu yang engkau lakukan untuk memenuhi sebagian hak dari tubuhmu. Jakarta, 24 Februari 22.50 WIB


Hai Istriku..,? apa yang engkau rasakan kali ini?
sejauh mata memandang, sejauh itu pula engkau dapati aku mencintaimu.,walaupun memang pandangan itu terbatas,namun yang kurasakan bahwa pandanganmu ialah pandangan yang diciptakan Alloh untuk memandangku dan sebuah anugerah yang indah Alloh memberikan nikmat memandang ini.

Hai istriku..,? apa yang engkau tuju kali ini bersamaku?
Aku harap engkau dihati dan pikiranmu tertuju pada sebuah keluarga yang penuh dirahmati dan diberkahi oleh Alloh melalui kebaikan untuk kita dan untuk saudara kita sesama yang membutuhkan kita.

Hai istriku..,? bila kaudapati aku ini menuliskanmu di dalam memoriku?
aku pun berharap pula engkau akan menulis kembali tuangan-tuangan tulisanmu yang penuh kemanfaatan untuk orang lain. untukku hanya aku ingin kan dan harap engkau senantiasa penuh dengan rasa syukur akan kesempatanmu melihat tulisanku.

Wahai Istriku..,? apa yang engkau rasakan bila nanti engkau menemui tantangan dalam kehidupanmu?
aku berharap dan berdoa senantiasa Al-Qur'an da As-Sunnah menjadi pedomanmu. 

Duhai Istriku..,? apa yang harus engkau lakukan hari ini dan esok hari?
dan tentunya pertanyaan ini harus kujawab bahwa "akupun bertanggung jawab atas dirimu dan keluarga kita kelak, bantu aku ya Umiii"

 akupun setelah ini melanjutkan aktifitasku ya umii.......

Selasa, Desember 31, 2013

Belajar Profesional

Ditulis oleh  Tatang Kukuh Wibawa, ST




“Engkau ibarat pemandangan indah di pegunungan yang hijau.., engkau elok dan tak melelahkan mata untuk dipandang”.. untuk sahabatku SIM UNS.

Engkau mungkin berdiri sekarang satu diantara mahasiswa-mahasiswa indonesia yang jumlahnya jutaan. Engkau tidak duduk sekarang ini, melaikan berdiri tegap tatkala diberikan waktu untuk dipersilahkan tampil. Tampil diantara jutaan mahasiswa indonesia, tampil dalam kebaikan dan dalam prestasi. Yang engkau punyai hanyalah tools pembeda, tanamkan bahwa engkau adalah beda, beda dalam hal daya juang, tak kenal lelah, pantang menyerah, rajin, visioner dalam memimpin pasukan terkuat yang ada didalam dirimu, engkau hanya membutuhkan satu keyakinan kepada Alloh bahwa Alloh memberikan segala kekuatan dan nikmatnya agar kita mampu melaksanakan semua kebaikan dan prestasi sebagai wujud penghambaan kita. Belajar itu untuk berkarya/bekerja... bukan belajar hanya untuk pintar??? Tau bedanya sahabat?... ketika ilmu engkau dapatkan, maka satu tahap selanjutnya ialah amal (karya/kerja nyata). Ngomong masalah kerja ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini yang diberikan tema oleh panitia dan dalam rangka membangun keprofesionalan dalam kegiatan sehari-hari untuk kesiapan kerja.

Pertama, engkau harus mempunyai Guidence life yaitu (buku hidup)
Berbicara masalah buku, engkau mempunyai Al-Quran sebagai Guidence kamu dalam hidup. Saya punya teman beliau adalah juara Dunia Olimpaide Fisika di Perancis., dan sekarang umur 25 beliau telah menyelesaikan Magister Kedokteran di salah satu universitas ternama di Indonesia, juga S1 nya dari universitas terbaik di Dunia dari program beasiswanya, tarakhir ini tengah tahun 2013 ini beliau mendapatkan juara tingkat dunia di eropa tentang bidangnya. Yang saya ambil dari beliau yaitu amalan rutinnya yaitu setiap memluai aktivitasnya ia sempatkan untuk membaca Al-Quran sebelum ia memulai kegiatan apapun itu. Dan saya menarik kesimpulan salah satu faktor Alloh memberikan kesempatan untuk menjadi yang terbaik, Semoga sahabat terinspirasi dari perjuangan temanku ini. Namun, ada satu buku lagi yang harus engkau punyai yaitu buku hidup, .. buku yang harus engkau isi dan tulis selama engkau perkirakan masih hidup.  Buku itu memuat semua mimpimu yang bukan tidur, mimpi yang menggelora untuk kabaikan dan mimpi yang insyaAlloh menjadi kenyataan. Tulislah mimpi terhebat yang engkau tidak pernah membayangkan sedikitpun akan keberhasilannya, baik itu tentang pekerjaan kedapan, prestasimu, keluarga yang akan engkau bangun, rumah, membuat pesantren atau mempunyai sekolah, membuat masjid, membuat Social fondation namun engkau harus janji padaku engkau akan sungguh sunguh meraihnya.

Kedua, Engkau harus press your plan
Engkau sekarang sudah mempunyai buku hidupmu, apa-apa yang menjadi mimpimu dalam kurun waktu engkau hidup sudah kamu tuangkan dalam tulisan. Selanjutnya ialah engkau harus menggugahkan  jiwa dan ragamu denga konsekuensi yang kita ambil untuk mengambil porsi lebih banyak dari orang lain pada umumnya.

Ketiga, Engkau harus devide your big dream into small
Harus mampu memecah bagian-bagian dari mimpi besar kita kedalam bentuk potongan kecil-kecil yang mampu kita laksanakan setiap waktu, setiap aktivitas kita sehari-hari..,

Keempat, Engkau harus Make a note from destination of life everyday
Tulislah catata-catatan prestasi harian yang mampu engkau peroleh dalam keseharianmu, sehingga menjadi buah perjalan harianmu sangat menarik dan engkau akan senantiasa termotivasi untuk unggul dalam setiap hari. Dan perlu ingat-ingat tanpa engkau catat yaitu  adalah kesalahanmu disetiap hari, namun hilangkanlah dalam catatan agar kamu mengingat kesalahan tanpa engkau ulang kembali, learning poin yang didapatkan dari kesalahan agar kamu bisa melihat “spion” (masa lalu) hanya untuk menjadi bagian dari sesuatu yang akan kita ubah menjadi baik dan terbaik.

Kelima, Engkau Make a topic today
Buat hari ini sebuah topik yang dimana topik itu positif dan kamu konsen/intens menjalani hari ini dengan topik itu secara sungguh-sungguh. Dan ulang terus-menerus dengan berganti topik untuk hari ini agar senantiasa di upgrade pemikiran prestasi kita achievment orientation. Aku meilhat banyak diantara kita tidak mempunia topik untuk hari ini untuk lebih baik dalam keseharian. Pikiran kita nanti yang ada akan senantiasa dinamis mengikuti topik yang baik untuk setiap hari, dan banyangkan dalam setahun kita mempunyai 365 topik yang luar biasa.

Keenam, Engkau harus Hargai kesempatan untuk bersikap profesional
Kesempatan itu sekali dan biasanya didepan mata rekan-rekan semua.., namun ingat kesempatan yang baik, saya ingat sekali tentang teori kejahatan bahwa kriminalitas tidak akan ada kalau tidak ada niat jahat dan kesempatan. Kesempatan yang positif  yang diberikan oleh Alloh kepada kita sekali dan mungkin bisa lebih dari sekali tergantung ketetapan Alloh terhadap kita, namun apakah engkau yakin engkau masih bisa mempunyai umur untuk esok hari?? Selagi detik ini kita mempunyai napas, maka Alloh masih memberikan kita kesempatan untuk bermanfaat untuk orang lain.

Ketujuh, Engkau harus tampil kedepan dalam setiap kegiatan
Tampil kedepan maksudnya kita adalah eksis untuk tampil dengan niatan untuk mengembangkan potensi kita untuk menjadi pribadi yang unggul. Saya ingat selalu dan akan senantiasa ingat akan konotasi orang jakarta dengan orang Jawa., orang jakarta itu lebih cenderung berani/eksis walau kadang ia mohon maaf urusan salah atau benar urusan terakhir, kalau orang Jawa sibuk ngedumel dibelakang dengan pikiran hebatnya namun malu-malu ataupun ia kurang mampu berani menyampaikan ke depan dan berbicara efektif didepan. namun learning poin kita ambil adalah kita harus mampu lebih baik dengan sikap senantiasa tampil dan setiap tampil pasti berhasil.


Kedelapan, tanamkan kesungguhan dalam detik ini
Jika engkau detik ini masih melihat tulisan saya maka engkau harus berlari sekencang-kencangnya (bersungguh-sungguh untuk kebaikan dan mengejar yang namanya impian mu dalam rangka engkau menjadi hamba Alloh SWT), tanamkan bahwa kita malu pada-Nya kalau kita biasa-biasa saja, kita malu pada-Nya kalau kita tidak sungguh-sungguh dalam kehidupan ini khususnya hari ini  serta malu pada diri kita sendiri untuk banyak tidur dihari ini dan mendatang. Kesungguhan itu menular, kesungguhan itu ibarat gigi geraham kita, semakin kencang gigi geraham kita menggigit maka semakin kuat kesungguhan kita. Kesungguhan dalam menjalani hidup mulai detik ini jangan sampai terkotori dengan kebiasaan yang kurang baik yang terulang di diri kita, hapus memori kebiasaan yang tidak baik didiri kita agar senantiasa kita mempunyai kesungguhan untuk lebih baik, kata-kata populer yang saya kan terus ingat dari sir Thomas Alfa Edison yaitu kesuksesan itu “1% Jenius dan 99% kesungguhan akan kerja keras”

Kesembilan, Niatkan semua hanya untuk Alloh setiap pikiran, raga, dan hati kita.
Kalau engkau sekarang ini masih mempunyai pikiran akan dunia saja yang engkau kejar dan dibanyang bayangmu ada materi ada diotakmu tanpa engkau mengejar akhirat maka segera kamu ambil air dan Wudhu setelah itu Sholat Taubat!!! ^^ Keep Fighting! Untuk Baik dan Terbaik dalam Kehidupan.
  
Salam Hormat,

Jumat, September 13, 2013

KEPERCAYAAN


Ditulis ketika ada sedikit waktu pagi menunggu Gadik pukul 07.00, tanggal 31 Agustus 2013

“Kepercayaan itu ibarat membeli makanan di warung, kalau kita ndak percaya terhadap warung tersebut akan makanan yang tidak mengandung racun.., pasti kita akan percaya”

Begitulah pula kepercayaan, ia sebenarnya mudah, ketika kepercayaan itu bersifat umum/universal.  Semua orang berpotensi menjadi kepercayaan. Kata kepercayaan berasal dari percaya, itu artinya ia tidak  menggingkari dan mampu memegang amanah atau sifat individu yang terpercaya. 

Seperti Rosul pernah mengatakan bahwa “serahkan amanah/tanggung jawab kepada ahlinya, ketika amanah/tanggung jawab/kepercayaan diberikan kepada bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya”.  Ngeri memang, tapi BENAR! Bahwa sanya ketika sesorang pemberi amanah memberikan amanah/tanggung jawab kepada buka ahlinya maka tunggulah kehancuran padanya. 

Seperti halnya dengan Pemimpin, kalau pemimpin diserahkan yang bukan pada ahlinya (tidak amanan/masih belajar) maka tunggulah kehancuran, karena kalau sudah menjadi pemimpin pada prinsipnya ialah ia tersibukkan oleh apa yang dipimpinnya/rakyatnya, ketika pemimpin tersebut masih tahap belajar memimpin sudah memegang jabatan maka itu pada umumnya ia banyak mencoba dan berspekulasi. Seharusnya matanglah ia sebelum memimpin sebuah jabatan/tanggung jawab.

Kepercayaan/trust ia berbanding lurus dengan kemampuan akan bidang yg dipercaya,pengalaman, attitude (tingkah laku), kebiasaan unggul, kepuasan terhadap kinerja, spiritual, emosonal dan akal
Kalau kepercayaan tidak dilandasi dengan poin diatas maka kepercayaan akan menjadi Subjektif. Dan ketika sudah masuk ranah subjektif maka biasanya akan timbul kekecewaan terhadap hasil yang diperoleh kerena tidak didasari dengan  landasan tersebut.

Kepercayaan akan berkurang atau hilang repect ketika kegagalan yang diakibatkan keteledoran, ketidak disiplinan, atau faktor-faktor yang berkaitan dengan intern diri. Sebaiknya senantiasa menjaga diri agar dalam pelaksanaaan prosese pengembanan kepercayaan lebih berhasil dan berkesan sebabai keunggulan diri (personal branding) dalam menjalankan tugas-tugas selanjutnya. 


Jaga Kepercayaan.
KEEP FIGHTING!!!!! KARENA KEPERCAYAAN ITU MAHAL! MAKA JANGAN RAGU MENJADI ORG KEPERCAYAAN KARENA LUHUR BUDI PEKERTIMU&KINERJAMU, HINGGA TERASA KEIKHLASAN DALAM MENGEMBAN AMANAH KEPERCAYAAN.

"IMAJINATIF REKAYASA : Tak AKan Pernah lelah Seorang Pemuda untuk Berprestasi dan Bermanfaat untuk Orang lain" Tatangw.blogspot.com

Minggu, Agustus 04, 2013

Berbeda?

Ditulis jam 20:28 WIB minggu, tanggal 04 agustus 2013, setelah pulang Tarawih dan piket jadwal Mako.


Bila kita sama,.... sama saya pastikan bapak Soekarno tidak ada, Tidak ada Hatta, tidak ada bung tomo, dan tidak ada pula Habibie. Meraka ada karena perbedaan, yaitu keunggulan,kegigihan dan pekerja keras. Lebih keras dari pada orang lain umumnya. Tols  yang ia gunakan adalah kebaikan dan perbaikan dalam semua bentuk aspek kehidupan dalam rangka penghambaannya kepada sang Khalik., engkau mau tanya siapa?? Habibie??? Yang ia mempunyai kecerdasar diatas orang rata2 ia rajin puasa senini kamis yang tidak pernah bolong. Hatta??? Beliau didik dari kecil di Surau (sebutan Masjid di bukit tinggi), Bung Tomo??? Ia adalah patriot pengusir kedatangan Sekutu disurabaya dan pekikan yang menggema di pidato nya ialah.. ALLAHUAKBAR?.

Perbedaan merupakan Fitrah dari Alloh dimana orang diberikan pikiran,perasaan, sikap dan tindakan yang mencerminkan suatu niat dari masing-masing pelaku. Dari perbedaan masing-masing mempunyai differensiasi. Dari itu menjadikan ke khas an seseorang (personal branding), untuk menjadi berbeda itu tidak berbeda dalam arti “nyleneh” itu salah karena perbedaan adalah suatu kumpulan dari semua aspek dan dalam konteks kebaikan. Tidak ada berbeda dalam suatu keburukan kecuali orang tersebut sadar akan apa yang ia lakukan bahwa itu salah.

Misal sama-sama masuk kelas kita sewaktu pelajaran, namun selangkah setelah dosen/gadik menjelaskan dan bertanya kepada kita apa yang ia sampaikan maka saya yakin kata-kata yang keluar dari mulut siswanya akan berbeda dari cara ia mengungkapkannya kembali pelajaran.

Berbeda itu sarana kita belajar, ... misal setiap kita pasti ada yang dari masing-masing daerah di Indonesia, ada yang ngomongnya keras,lembut,ada yang cepat, ada yang berbicara seolah-olah lagi marah.., namun sebaiknya dengan perbedaan itu membuat tepo seliro (tenggang rasa) yang terangkum dalam sebuah ikatan etika (sopan santun) yang universal.

Ketika perbedaan itu kita anggap sebagai penghalang, maka  selamanya kita akan terhalangi sesuatu yang pada prinsipnya itu adalah Sunnatullah (memang sudah demikian adanya), yang ada kita harus menyikapi Perbedaan itu adalah Keunggulan.

 Langkah-langkah berbeda tapi unggul:
1.      Kenali dirimu dan lingkunganmu, dengan didasari niat yang baik dan ikhlas
2.      Buat simulasi / rencana akan peran dan fungsimu di sana (keungglan trtntu)
3.      Hunjamkan tekat setelah engkau membreakdown semua yang ada
4.      Tanamkan kebiasaan dalam setiap hari akan perubahan dan tuliskan dalam secarik kertas sebagai reminder note harian
5.      Biasakan lakukan reminder note tersebut dalam aplikasi 24 jam yang kita punyai,
6.      Setelah hari mulai berganti/menjelang tidur malam.., engkau wajib mengevaluasi kembali dan komentari yang positif apa yang engkau lakukan.

Selamat mencoba Perbedaan.
KEEP FIGHTING!!!!! KARENA SEMANGAT ITU MENULAR! MAKA JANGAN TANGGUNG-TANGGUNG LEPASKAN SEMANGATMU DISEKELILINGMU, HINGGA TERASA AROMA PERJUANGAN.

"IMAJINATIF REKAYASA : Tak AKan Pernah lelah Seorang Pemuda untuk Berprestasi dan Bermanfaat untuk Orang lain" Tatangw.blogspot.com